Featured :

[getBreaking results="4" label="Aplikasi"]

Ekonomi Makro: Pertumbuhan, Produktivitas Ekonomi, Pengangguran & Inflasi

Ekonomi Makro: Pertumbuhan, Produktivitas Ekonomi, Pengangguran & Inflasi

Materi Kuliah - Yang akan Anda pahami setelah mempelajari bab ini adalah:
  • Indikator ekonomi yang ideal pada sebuah perekonomian
  • Beberapa hal yang mempengaruhi tingkat produktivitas suatu perekonomian
  • Pengaruh siklus perekonomian seperti resesi, depresi terhadap pengangguran
  • Mengukur tingkat pengangguran dan mengenal beberapa jenis pengangguran
  • Mengenal berapa jenis inflasi di dalam perekonomian

Produktivitas Suatu Perekonomian 

Standar hidup tiap negara di dunia ini begitu berbeda-beda. Rata-rata masyarakat di negara kaya mempunyai pendapatan lebih dari sepuluh kali lipat pendapatan negara miskin. Terkadang dalam satu negara pun terdapat perbedaan standar hidup dari waktu ke waktu. Dalam hal ini standar hidup suatu bangsa ditentukan oleh produktivitas pekerjanya atau faktor-faktor produktivitas yang dimiliki suatu bangsa.

Istilah produktivitas mengarah pada jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh seorang pekerja per jam kerjanya. Suatu negara yang meningkatkan produktivitasnya akan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Sebuah negara dapat menikmati standar hidup yang tinggi hanya jika negara tersebut dapat menghasilkan barang dan jasa dalam jumlah yang besar, karena standar hidup suatu negara bergantung pada kemampuannya menghasilkan barang dan jasa.

Idealnya suatu perekonomian mempunyai: (a) tingkat pertumbuhan output per tenaga kerja yang cepat; (b) tingkat pengangguran yang rendah; (c) tingkat inflasi yang rendah. 

Produktivitas sendiri ditentukan oleh beberapa faktor penentu. Faktor-faktor tersebut terdiri atas (1) modal fisik merupakan faktor produksi yang berupa peralatan dan infrastruktur yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. (2) modal manusia merupakan faktor penentu berupa kemampuan, pengetahuan dan keahlian yang dimiliki seorang pekerja yang dibentuk melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman. (3) sumber daya alam merupakan input dari suatu proses produksi barang dan jasa yang telah tersedia dari alam, seperti tanah, sungai atau pun sumber mineral. (4) pengetahuan teknologi merupakan pemahaman masyarakat mengenai cara-cara yang terbaik untuk memproduksi barang dan jasa.

Resesi, Depresi dan Pengangguran 

Resesi merupakan periode di mana GDP riil mengalami penurunan selama dua triwulan berturut-turut atau lebih. Resesi ditandai dengan adanya penurunan output dan peningkatan pengangguran. Depresi merupakan resesi hebat yang terjadi dalam jangka waktu yang lama. 

Terjadinya resesi akan menyebabkan menurunnya GDP riil, sehingga sedikit barang atau jasa yang diproduksi. Sedikitnya output yang diproduksi membuat input yang digunakan semakin sedikit dan peluang kerja menurun sehingga tingkat pengangguran meningkat serta semakin berkurangnya persediaan modal yang tersedia yang dapat digunakan. Dengan kata lain bila GDP riil turun maka pendapatan riil turun dan bila kondisi ini bertahan lama akan menyebabkan depresi.

Pengertian dan Pengukuran Pengangguran 

Pengangguran merupakan salah satu gejala terjadinya resesi dalam perekonomian. Orang yang bekerja merupakan orang yang berusia 16 tahun ke atas yang bekerja (1) guna mendapatkan upah, entah bekerja untuk orang lain atau menjalankan bisnisnya sendiri selama satu jam atau lebih per minggu. (2) tanpa upah selama 15 jam atau lebih per minggu dalam perusahaan keluarga. (3) mempunyai pekerjaan tapi absen sementara, dengan atau tanpa upah. (Case-Fair, 2002; hal. 50)

Orang yang tidak bekerja dapat dimasukkan dalam dua kategori, yaitu menganggur dan orang yang tidak termasuk angkatan kerja. Orang yang dianggap menganggur adalah orang yang berusia 16 tahun ke atas yang tidak bekerja, yang siap bekerja, dan melakukan usaha spesifik untuk menemukan pekerjaan selama empat minggu sebelumnya. Sedangkan orang yang tidak termasuk angkatan kerja adalah orang yang tidak mencari pekerjaan, entah karena tidak ingin bekerja atau karena berhenti mencari semisal para pelajar, pensiunan dan sebagainya. 

Angkatan kerja total dalam perekonomian adalah jumlah orang yang dipekerjakan plus jumlah pengangguran yang mungkin mendapatkan pekerjaan. Secara matematis sebagai berikut:

Angkatan kerja = oranng yang bekerja + orang yang menganggur

Penduduk total yang berusia 16 tahun atau lebih sama dengan jumlah angkatan kerja ditambah jumlah yang tidak termasuk angkatan kerja. Secara matemastis sebagai berikut: 

Jumlah penduduk = angkatan kerja + yang tidak termasuk angkatan kerja

Dengan diketahuinya angkatan kerja dan penduduk total maka kita dapat menghitung tingkat pengangguran yang terjadi. Tingkat pengangguran merupakan perbandingan jumlah orang yang menganggur terhadap jumlah orang dalam angkatan kerja. Secara matematis sebagai berikut:


Pengangguran merupakan suatu masalah dalam perekonomian karena:
  1. Tenaga kerja yang menganggur menimbulkan kerugian produksi dan pendapatan.
  2. Hilangnya sebagian modal manusia karena pengangguran yang permanen merusak prospek kerja seseorang sehingga merusak modal manusia.

Jenis-Jenis Pengangguran 

1. Pengangguran Friksional 

Adalah pengangguran yang disebabkan karena jenis pekerjaan memerlukan kenaikan skill atau peningkatan keterampilan pekerja. Keterampilan yang lebih tinggi dibutuhkan oleh para pengguna tenaga kerja sulit ditemukan pada keterampilan yang dimiliki oleh para pekerja. Sehingga pengangguran friksional dalam perekonomian akan terjadi. Pengangguran friksional tidak akan pernah mencapai angka nol. 

2. Pengangguran Struktural 

Yaitu bagian dari pengangguran disebabkan perubahan struktur perekonomian. Perubahan struktur perekonomian ini membuat sejumlah pekerja kehilangan pekerjaan. Contoh, perubahan struktur yang cukup cepat dari struktur ekonomi yang bersifat agraris menuju perekonomian ke arah dominasi sektor industri yang lebih besar, akan menyebabkan sejumlah tenaga kerja yang berada di sektor agraris atau pertanian akan kehilangan pekerjaan.

3. Pengangguran Akibat Siklus Bisnis atau Siklus Ekonomi 

Yaitu naiknya pengangguran yang terjadi akibat resesi atau depresi pada suatu perekonomian. 

Output, kesempatan kerja, dan pengangguran merupakan variabel yang saling berhubungan. Jika perekonomian memproduksi lebih banyak barang dan jasa maka akan lebih banyak tenaga kerja yang digunakan di dalam aktivitas produksi. Atau yang terjadi jumlah tenaga kerja yang ada harus mampu memproduksi lebih banyak. Jika dihubungkan dengan pernyataan tersebut di atas, yang pertama menggambarkan suatu kenaikan kesempatan kerja. Sedangkan kedua, menunjukkan kenaikan produktivitas per pekerja. Kenaikan produktivitas merupakan penyebab utama pertumbuhan ekonomi. 

Satu kenaikan tingkat pengangguran akan menyebabkan output turun dan sebagian orang kehilangan pekerjaan. Dapat disimpulkan hubungan variabel output dan kesempatan kerja sebagai berikut: ”Jika jumlah angkatan kerja tidak berubah dan produktivitas tenaga kerja konstan, maka tingkat pengangguran mempunyai hubungan yang berlawanan dengan output perekonomian. Yaitu jika output perekonomian mengalami pertumbuhan yang tinggi maka tingkat pengangguran akan kecil dan sebaliknya”.

Pengertian Inflasi 

Setiap terjadi kenaikan harga, belum tentu hal tersebut merupakan inflasi. Dalam perekonomian mana pun, harga selalu berubah karena menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah. Sehingga tidak semua merupakan inflasi bila ada kenaikan harga.

Inflasi merupakan naiknya tingkat harga-harga secara keseluruhan, dan terjadinya kenaikan harga-harga tersebut secara serempak. Sedangkan penurunan tingkat harga-harga secara keseluruhan dan serempak disebut deflasi. Dalam mengukur inflasi dan deflasi sejumlah besar barang dan jasa dihitung kenaikan atau penurunan harga rata-rata selama beberapa periode tertentu. Kenaikan tingkat harga keseluruhan yang berlangsung terus selama satu periode yang lama disebut inflasi berkepanjangan (sustained inflation). 

Benarkah Inflasi adalah Musuh Masyarakat Nomor 1?

Secara umum banyak orang merasa takut dengan adanya inflasi, karena dengan kenaikan harga yang begitu cepat tetapi tidak diimbangi kenaikan pendapatan, maka akan merusak pendistribusian pendapatan. Sehingga masyarakat takut bila terjadi inflasi

Inflasi bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau dijadikan musuh. Hal tersebut dikarenakan adanya orang yang diuntungkan bila terjadi inflasi, seperti seorang kreditor saat ia meminjamkan uangnya kepada debitor, maka dia harus memperhitungkan akan adanya inflasi pada tahun yang akan datang. Sehingga kreditor melakukan peningkatan bunga yang melebihi perkiraan tingkat inflasi yang akan terjadi. Dan kreditor sendiri mendapat untung dari selisih tingkat bunga pinjaman tersebut dengan tingkat inflasi. Selisih tingkat bunga pinjaman dengan tingkat inflasi disebut tingkat bunga riil

Adanya biaya inflasi menyebabkan biaya administrasi yang terkait dengan penahanan uang yang tidak menentu. Biaya administrasi yang tidak pasti akan menyebabkan ketidak-efisienan dalam perkonomian. Hal ini dapat dicontohkan dengan seorang pemilik toko yang harus mengkalkulasikan ulang dan memasang ulang harga yang membutuhkan waktu untuk digunakan lebih efisien

Inflasi yang tidak diantisipasi secara teratur, maka akan menimbulkan tingkat resiko lebih tinggi berkaitan dengan investasi dalam perekonomian. Resiko yang semakin tinggi berhubungan dengan ketidakpastian yang semakin tinggi pula, sehingga akan menyebabkan investor enggan menanamkan modal dan membuat komitmen jangka panjang, sehingga berakibat menurunnya tingkat investasi serta prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang mengecil. 

Lihat Materi Lainnya : " Materi Ekonomi Makro Lengkap "

Sekian artikel kali ini mengenai "Ekonomi Makro: Pertumbuhan, Produktivitas Ekonomi, Pengangguran & Inflasi" Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi sobat sekalian, jangan lupa di Like & Share, dan kunjungi terus ROLIYAN.COM untuk mendapatkan berbagai macam topik dan informasi menarik lainnya !!!

0/Post a Comment/Comments

Postingan Terbaru

Recent Posts