Featured :

[getBreaking results="4" label="Aplikasi"]

Sosiologi - Kelompok Sosial : Pengertian, Ciri, Tahapan dan Proses

Sosiologi - Kelompok Sosial : Pengertian, Ciri, Tahapan dan Proses

A. HAKIKAT KELOMPOK SOSIAL

1. Pengertian kelompok sosial

Manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial memiliki naluri untuk hidup bersama, berusaha untuk mempertahankan hidup, Serta berusaha untuk meneruskan keturunan dan generasinya. Di dalam hubungan antara manusia dengan manusia yang lain terjadi reaksi yang timbul dari hubungan sosial yang menyebabkan orang melakukan tindakan-tindakan untuk memberikan keserasian dengan tindakan orang lain. Hal itu karena manusia mempunyai dua keinginan pokok, yaitu:
  • Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain diseklilingnya (Masyarakat)
  • Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya. 

Usaha-usaha yang dilakukan seseorang untuk berhubungan dengan lingkungan maka pada akhirnya menimbulkan kelompok-kelompok sosial. Hubungan tersebut merupakan himpunan atau kesatuan manusia yang hidup bersama yang berkaitan dengan timbal balik, saling memengaruhi dan kesadaran untuk saling tolong-menolong.

Menurut Ensiklopedia Bahasa Indonesia, kelompok sosial adalah kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok dapat memengaruhi perilaku para anggotanya dan diciptakan oleh anggota masyarakat.

Menurut pandagan sosiologi, kelompok diartikan sebagai suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Beberapa sosiolog memberi definisi tentang pengertian kelompok sosial diantaranya:

a. Soerjono Soekanto
Kelompok sosil menurut Soerjono Soekanto adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena saling berhubungan diantara mereka secara timbal balik dan saling memengaruhi.

b. Paul B.Horfon
Kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.

c. Joseph S. Roucek dan Roland L. Warren
Kedua ahli sosiologi tersebut mendefinisikan kelompok sosial sebagai kelompok yang terdiri atas dua ata lebih manusia dan diantara mereka terdapat beberapa pola interaksi yang dapat dipahami oleh anggota atau orang lain secara keseluruhan.

d. Mayor Polak
Polak mengartikan kelompok sosial sebagai sejumlah orang yang satu sama lain memilki hubungan sebagai sebuah struktur untuk memenuhi kepentingan bersama.

e. Wila Huky
Kelompok sosial menurut Huky adalah suatu unit yang terdiri atas dua atau lebih yang saling berinteraksi atau saling berkomunikasi.

f. George Homans
Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang melakukan kegiatan, interaksi, dan memiliki perasaan untuk membuat sesuatu keseluruhan yang terorganisir dan berhubungan secara timbal balik.

g. Robrt K. Merton (Dalam Kamanto Sunarto), 131;2000)
Kelompok sosial merupakan sekelompok ornag yang saling berinteraksi sesuai dengan pola pola yang telah mapan.

h. Bierstedt (Dalam Kamanto Sunarto, 130;2000)
Kelompok sosial adalah kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis, berhubungan satu dengan yang lain, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi.

Berdasarkan pendapat beberapa sosiolog diatas, dapat disimpulkan bahwa kelompok sosial merupakan kumpulan manusia yang memiliki persamaan ciri dan meiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang-ulang serta memilki persamaan dan kesadaran bersama akan keanggotaannya.

Dalam suatu kelompok sosial terdapat beberapa beberapa komponan dasar, yaitu:
  • Pola perilaku sebagai perangkat kegiatan
  • Pola interaksi 
  • Pola perasaan 
  • Hubungan timbal bali yang membentuk sistem sosial 
  • Syarat-syarat Kelompok Sosial 

Kelompok sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat sangat beragam. Mereka memiliki ciri dan warna tersendiri yang membedakannya dengan kelompok lain. Kelompok sosial tidak dapat dipahami dengan melihat perbedaan kualitas dan ciri keanggotanya saja. Kelompok sosial dapat dipahami melalui struktur yang ada didalamnya sebagai suatu sistem yang utuh. Orang-orang yang berada dan menjadi anggota suatu kelompok harus tunduk dan taat terhadapat berbagai morma atau kaidah sosial yang berlaku. Dengan demikian, masing-masing anggota mencerminkan kepentingan kelompoknya.

Suatu kelompok dikatakan berstruktur apabila didalamnya ada syarat-syarat khusus, yaitu:
  • Memiliki peranan-peranan sosial yang menjadi aspek dinamis dan struktur.
  • Adanya sistem dari situs-situs para anggotanya,seperti adanya susunan pengurus. 
  • Berlakunya nilai dan norma-norma untuk mempertahankan kehidupan kelompoknya. 

Ada kelompok yang tidak berstruktur. Kelompok yang tidak memiliki struktur disebut sebagai kolektivitas, misalnya pemuda yang berkumpul ditepi jalan. Sedangkan kelompok yang berstruktur banyak sekali, misalnya persatuan wartawan, persatuan guru,persatuan haji, dan persatuan artis.

Menurut Soerjono Soekanto, kelompok manusia baru nisa dikatakan sebagai kelompok sosial jika terdapat syarat-syarat sebagai berikut:
  • Adanya kesadaran dari anggota kelompk bahwa mereka merupakan bagian dari kelompok
  • Adanya hubungan timbal balik antar anggota kelompk 
  • Adanya kesamaan tujuan yang dimiliki oleh anggota kelompok. 
  • Adanya struktur, kaidah, dan pola perilaku. 

2. Ciri-ciri Kelompok Sosial

Apabila kita amati secara cermat, dalam kehidupan ini sering kali kita jumpai kumpulan-kumpulan manusia diberbagai tempat. Misalnya, kumpulan manusia ditengah antrian karcis dan sebagainya. Kumpulan-kumpulan manusia tersebut merupakan suatu kelompok manusia, tetapi bukan merupakan suatu kelompok sosial.

Suatu kelompok manusia bisa disebut sebagai kelompok sosial ketika telah memenuhi kriteria dan ciri-ciri sebagai berikut:
  • Merupakan kesatuan yang nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia yang lain.
  • Memilki struktur sosial, terdiri atas peranan dan kedudukan yang berkembang dengan sendirinya dalam mencapai tujuan kelompok. 
  • Memiliki norma-norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya. 
  • Memiiki faktor pengikat, seperti kesamaan nasib,kesamaan kepentingan,kesamaan ideologi,atau kesamaan tujuan. 
  • Adanya interaksi dan komi=unikasi diantara para anggotanya. 

B. TAHAP DAN PROSES PERKEMBANGAN KELOMPOK SOSIAL

Masyarakat pada dasarnya merupakan kumpulan dari kelompok-kelompok sosail yang telah hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relative lama sehingga menghasilkan kebudayaan. Oleh sebab itu, dapatlah dikatakan bahwa masyarakat adalah kelompok social yang telah mengalami perkembangan dan dimulai dari kelompok-kelompok social yang kecil yang saling berinteraksi dan bekerja sama sehingga terbentuklah komunitas.

Beberapa contoh kelompok social dalam masyarakat multikultular, diantaranya kelompok keluarga,keluarga kekerabatan,kelompok okupasional,dan kelompok volunteer.

1. Keluarga

Keluarga adalah kelompok sosila terkecil yang dapat kita jumpai didalam setiap masyarakat.keluarga batih/somah/inti/umpi/segitiga abadi (nuclear family) adalah kelompok social yang terdiri atas suami istri anak-anak yang belum menikah dan anak angkat yang ditandai oleh tempat tinggal yang sama.setiap keluarga batih akan berkembang menjadi kelompok kekerabatan sejalan dengan besarnya para anggota keluarga batih.

2. Kelompok kekerabatan

Kelompok kekerabtan merupakan kelompok social yang anggota-anggotanya mempunyai hubungan darah atau persaudaraan, dan kelompok kekerabatan ini merupakan cikal bakal dari suatu masyarakat. Kelompok kekerabatan dalam masyarakat multikultular Indonesia, di antaranya:
  • Kekerabatan bilateral adalah kekekrabatan yang menghitungkan hubungan kekerabatan melaui pihak ayahmaupun pihak ibu, sehingga melalui dua pihak. Kekerabatn bilateral disebut juga kekerabatan parental. Dalam susunan kekerabatan bilateral bahwa semua kerabat, baik dari pihak ayah maupun pihak ibu termasuk jedalam lingkungan kerabat seseorang. Kerabat bilateral pada umumnya terdapat pada masyarakat sunda dan masyarakat jawa.
  • Kekerabatan unilateral, adalah kekerabatan yang menghitung kekerabatn melalui pihak ayah saja, bergantung pada cara berhitung kekerabtan patrilineal an kekerabtan matrilineal. 
  • Kekerabatan patrilineal, adalah menghitung kekerabatan melalui pihak ayah saja. Contohnya, masyarakat batak tapanuli. Dalam masyarakat tersebut bahwa kelompok keluarga itu disebut marga, dan orang-orang yang semarga secara adat disebut keluarga. Oleh karena itu, seorang pemuda dan seorang gadis yang semarga tidak boleh melangsungkan pernikahan, meskipun sebetulnya merekan itu secara pertalian darah tidak bersaudara 
  • Kekerabatan matrilineal, adalah menghitung kekerabatan melalui pihak dari ibu saja. Contohnya, orang minangkabau di Sumatra barat. Salah satu kelompok kekerabatan di lingkungan ini dinamakan suku, dan orang-orang yang sesuku secara adat dianggap bersaudara. 

Kelompok kekerabatan memengan peranan penting terhadap kepribadian seseorang sehingga secara tradisonal mempunyai fungsi yang sangat relevan dalam mengarahkan pergaulan hidup, pada masyarakat yang masih bersaudara, fungsi kelompok kekerabtan masih sangat kuat dan tentunya berbeda debgan masyarakat modern yang sudah komplek.

Dalam kehidupan social, kelompok kekerabatan berpusat pada tradisi kebudayaan yang telah dipelihara secara turun-menurun, sehingga sulit untuk mengubah tradisi tersebut.

Kelompok kekerabatan yang semakin beasr jumlahnya yang tersebar diberbagai tempat dan berkembang menjadi suatu kelompok etnis (suku bangsa).

Dalam masyarakat multikultular, kelompok etnis merupakan salah satu kelompok social yang mewarnai kehidupan masyarakatnya. Kelompok-kelompok social yang berlatar belakang etmnis ini tumbuh dan berkembang dengan menampilkan identitasnya sendiri. Kadang juga terjadi gesekan-gesekan social yang diakibatkan keanekaragaman kelompok netnis tersebut.

3. Kelompok okupasional (kelompok pekerja sejenis)

Kelompok kekerabatan merupakan kelompok masyarakat homogeny yang menganut nilai-nilai, norma-norma ataupun tingkah laku yang relative sama sehingga pembagian kerja dilakukan secara sederhan berdasarkan pada tradisi dan perbedaan jenis kelamin. Pada masyarakat yang masih sederhana, spesialisasi pekerja belum Nampak, tapi tidak ada satu masyarakat pun yang benar-benar tertutup dari pengaruh luar.

Ketika kelompok kekerabatan mendapat pengaruh dariluar, maka kelompok tersebut berkembang menjadi suaru masyarakat yang heterogen. Dalam masyarakat yang heterogen akan timbul spesialisasi pekerjaan atas dasar bakat dan kemampuan. Dalam perkembangan selanjutnya, spesialisasi semakin berkaembang lebih khusus lagi, bahkan dalam industrialisasi menuntut para pekerja dpat mengerjakan pekerjaannya dengan baik dan bertanggung jawab pada satu jenis pekerjaan saja, sehingga muncullah orang-orang yang sangat ahli dalam satu jenis pekerjaan, tetapi kurang mampu mengerjakan pekerjaan lain. Dengan demikian, fungsi kelompok tradisonal menjadi menjadi memudar digantikan kelompok okupasional. Kelompok okupasional merupakan kelompok yang terdiri dari orang-orang yang melakukan pekerjaan sejenis.

Dalam masyarakat yang semakin berkembang, muncul lembaga-lembaga pendidkan tertinggi yang menghasilkan orang-orangyang terampil dan menguasai ilmu pengetahuan yang dipelajarinya melalui keahlianya mereka membantu masyarakat untuk melakuakn fungsi-fungsi tertentu. Oleh sebab itu, muncullah kelompok profesi yang terdiri dari kalangan professional contohnya kelompok professional antara lain: kelompok pengacara, kelompok akuntansi, kelompok guru, kelompok dokter. Dan kelompok-kelompok professional lainnya.

4. Kelompok volunteer(kelompok sukarelawan)

dengan berkembang nya suatu masyarakat, maka suatu kepentingan para anggota masyarakat, baik yang maupun bersifat materi dan spiritual dapat dipenuhi secara sempurna, dan berakibat munculnya kelompok-kelompok volunter. Pada kelompok volunteer terdapat orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama namun tidak mendapatkan perhatian dalam masyarakat. Hal ini dikarenakan daya jangkau masyarakat sangat-sangat semakin luas.dengan demikian, maka kelompok-kelompok volunter akan berusaha memenuhi segala macam kebutuhannya anggotanya secara mandiri. Kelompok volunter dapat berkembang menjadi kelompok yang mantap karena diakui masyarakat umum. Contohnya komite independen pemantau pemilu (KIPP).

0/Post a Comment/Comments

Postingan Terbaru

Recent Posts